Teladan Kesetiaan Bunda Maria

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku” (Luk 1: 46-47).
Pada 1 November 1950, Paus Pius XII menegaskan sebagai dogma, bahwa Bunda Maria yang tak bernoda dan tetap Perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat ke Surga dengan jiwa dan raga. Paus sendiri tidak menetapkan ajaran baru. Sejak zaman dahulu kala kepercayaan ini memang sudah jadi bagian penting dari iman Kristen.
Tradisi Kristen kuno umumnya mempercayai, bahwa pengangkatan ini dilakukan terpisah. Tuhan Yesus mengangkat jiwa Maria ke Surga saat ia wafat, dan kemudian mengangkat raganya pada saat jenazah Maria hendak dimakamkan. Itulah sebabnya, walaupun judulnya bermacam-macam, namun inti perayaan tetap sama, yaitu Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raga.
Bunda Maria adalah teladan bagi semua orang Kristen. Ia percaya kepada Sabda Tuhan, hidup sesuai panggilan dan misinya. Kesetiaan ini dipertahankan sampai akhir hidupnya; dan Tuhan mengganjar hamba yang setia dengan kebaikan-Nya yang tak terhingga. Semoga ia yang diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya, selalu mendoakan kita supaya tetap setia kepada Tuhan Yesus.
Rm. Mansur Mariam, CSE
Minggu, 16 Agustus 2026
Why 11: 19;12: 1.3-6.10 Mzm 45: 10-12.16; 1 Kor 15: 20-26 Luk 1: 39-56
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.