Pengampunan Tanpa Batas

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18: 22).

Petrus bertanya kepada Yesus tentang batas pengampunan: apakah sampai tujuh kali saja? Tapi Yesus menjawab, bukan dengan batasan, melainkan “tujuh puluh kali tujuh kali,” yang menegaskan, bahwa pengampunan itu tidak memiliki batas.

Yesus lalu menyampaikan perumpamaan tentang seorang Raja yang menghapus hutang besar hambanya. Tapi hamba yang telah diampuni itu tidak mau mengampuni sesamanya yang berhutang kecil.

Melalui kisah ini, Yesus menegaskan ketidakseimbangan antara kasih Allah yang teramat besar dan sikap manusia yang sering kali sulit mengampuni.

Kita diingatkan, bahwa di hadapan Allah, kita memiliki ‘hutang’ dosa yang sangat besar, yang tidak mungkin kita lunasi sendiri. Tapi Allah dengan murah hati mengampuni kita tanpa syarat. Pertanyaannya bagi kita: setelah menerima pengampunan sebesar itu, apakah kita juga mau mengampuni sesama?

Pengampunan bukan soal hitungan, melainkan sikap hati yang rela melepaskan luka, memutus rantai dendam, dan meneladani belas kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Fr. Reinardus de Jesu, CSE

Kamis, 13 Agustus 2026
Yeh 12: 1-12 Mzm 78: 56-59.61-62 Mat 18: 21-19: 1

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com