Buku adalah Jendela Dunia

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Orang yang tidak membaca, hidupnya hanya satu kali. Orang yang banyak membaca, hidupnya seribu kali.
(Umberto Eco)

Kita manusia memang sangat terbatas, tapi pikiran manusia itu bisa berkeliling dunia.

  1. Makna Sejati: Jendela yang Bisa Dibuka Selamanya

Pernahkah Anda mendengar tuturan, bahwa “Jika ingin sukses, maka belajarlah hingga ke negeri Cina?” Dulu, jika orang ingin mengetahui sesuatu, maka ia harus bepergian ke mana saja (Roma, Cina, Mesir), tapi itu butuh waktu yang lama dan biaya yang besar, bukan?

Di saat ‘buku’ mulai hadir, maka orang tidak perlu lagi pergi jauh-jauh. Cukuplah ia duduk diam dan mulai membaca buku.

Buku itu sama dengan ‘jendela’, walaupun dinding-dinding kamar ini sama. Tapi lewat buku, kita bisa datang dan tiba di puncak Himalaya, laut Atlantik, atau pun hingga ke Bulan.

Bagaimana caranya? Anda tidak butuh banyak waktu, bisa kapan saja, dan di mana saja. Bahkan Anda tidak butuh dana. Cukuplah dengan membuka buku lalu membacanya.

  1. Makna Psikologis: Jendela untuk ke Luar dari Diri Sendiri

Bukankah kita sering kali terjebak di dalam kamar sempit, ya, terkurung, karena mau mengurung diri. Di dalam diri sendiri, kita pun cemas, terluka, dan kian egois.

Dalam ilmu psikologi dikatakan, bahwa “Orang yang banyak membaca itu lebih sulit untuk dihasut. Mengapa? Ya, karena dia sudah menemukan banyak versi dalam hidupnya ini.

  1. Makna Filosofis: Tiga Jenis Jendela

Para filsuf mengatakan, bahwa ada tiga jenis jendela yang dibuka lewat sebuah buku:

a. Jendela Ilmu: Dalam filsafat, sains, sejarah, dari jendela mengajarkan, bahwa begini cara kerjanya.

b. Jendela Jiwa: Puisi, tasawuf, mazmur, novel adalah jendela yang mengajarkan tentang “Manusia yang rasanya begini.”

c. Jendela Waktu: Biografi dan sejarah adalah jendela yang mengajarkan tentang “Dulu, orang-orang juga pernah hidup susah.”

Bahayanya, jika orang tidak pernah membuka jendela. Anda menduga, bahwa kamar Anda itu sebuah dunia.

Penutup: Jadi, Anda harus Bagaimana?

‘Tapak-tapak’ kaki mengajarkan kita tentang ‘jalan’.

‘Pintu’ mengajarkan kita bagaimana harus ‘masuk’.

‘Buku’ mengajarkan kita tentang, bagaimana mengintip dunia tanpa harus meninggalkan ‘rumah’.

Tiga Buah Pesan dari Buku adalah Jendela Dunia:

  • a. Janganlah menutup gorden: Di era HP banyak orang menutup jendela. Padahal buku mengajak Anda untuk duduk, berpikir, dan bertanya.
  • b. Jangan hanya mengintip: Setelah melihat dunia lewat jendela, maka ke luarlah dan ubahlah dunia lewat pengetahuan.
  • c. Rawat Jendela: Buku yang bagus itu memang mahal. Tapi kebodohan itu malah jauh lebih mahal. Investasi terbaik adalah: belilah jendela.

“Orang yang tidak membaca, hidupnya hanya satu kali. Orang yang banyak membaca, hidupnya seribu kali.

“Kamu boleh miskin harta, tapi jangan pernah miskin jendela.”

Kediri, 13 Agustus 2026