Menegur Tanpa Melukai

“Ketika engkau menasihati, apalagi menegur seseorang maka engkau memberi pilihan kepadanya untuk menerima atau menolaknya. Tapi sesaat engkau mendoakannya berarti engkau telah menyerahkannya kepada penyelenggaraan Ilahi terjadi atasnya.”
Kecenderungan manusiawi kita, apalagi ketika marah atau benci terhadap orang lain, kita akan menjadi pendaftar pertama untuk mengumandangkan kesalahan mereka ke seluruh pelosok dunia, dan kadang kita berbangga tentang tugas itu.
Dalam Injil, Yesus memberi nasihat bagaimana kita menegur yang bersalah tanpa melukai mereka. Kata-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.”
Firman Tuhan ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa:
- 1) Terhadap dosa dan para pendosa tidak boleh ada kompromi. Tapi tetap berlaku prinsip ini: “Bencilah dosanya, tapi kasihilah pendosanya.”
- 2) Menegur tanpa melukai sesama adalah hasil dari tindakan menegur mereka yang bersalah dan berdosa di bawah empat mata. Ingatlah, “Jangan perdengarkan kesalahan dosa sesamamu kepada manusia, melainkan hanya kepada Tuhan.”
- 3) Serahkanlah mereka yang bersalah dan berdosa kepada Tuhan dalam doa-doamu. Ketika mendoakan mereka, sesungguhnya engkau sedang memeluk erat salah dan dosa sesamamu dengan keyakinan, bahwa Tuhan akan melakukan yang terbaik untuk mereka.
Semuanya itu harus muncul dari kesadaran hati, bahwa Allah selalu memaafkanmu setiap saat engkau memohon ampun dari-Nya. Hal ini yang harus Anda perbuat bagi sesamamu.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.