Api Iman

Pernahkah Anda mencoba menyalakan api unggun dengan korek, tapi kayunya basah? Tentu sulit. Jika kayunya kering dan disusun baik, api itu akan cepat membesar. Begitulah juga iman; tanpa kesiapan hati dan kepercayaan yang sungguh, iman tak akan ‘menyalakan’ kuasa Allah dalam hidup kita.
Para murid Yesus gagal menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan. Mereka bingung, karena sebelumnya mereka telah diutus dan melakukan banyak mukjizat. Yesus menegur mereka, “Karena kamu kurang percaya. Jika kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat memindahkan gunung.” Yesus tidak bicara soal keajaiban besar yang sensasional, tapi soal iman yang hidup, yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya, bukan diri sendiri.
Santo Dominikus, seorang imam suci yang hidupnya mencerminkan kekuatan iman dan doa. Santo Dominikus tidak mengandalkan kekuatan dirinya, melainkan pada kuasa Allah yang bekerja lewat doa dan pewartaan. Ia memerangi kesesatan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kesabaran, kebenaran, dan kasih. Ia tahu, bahwa iman itu seperti biji kecil. Jika ditanam dalam hati yang berserah, akan tumbuh jadi pohon besar yang menghasilkan buah kekudusan.
Mari kita menghidupi iman lewat doa dan tindakan nyata. Dengan begitu, iman kita akan jadi iman yang menggerakkan, menyembuhkan, dan mengubah.
Tuhan Yesus, tumbuhkanlah iman kami, walaupun kecil seperti biji sesawi, agar kami sungguh percaya pada kuasa-Mu. Ajarlah kami mengandalkan kekuatan doa dan hidup dalam kebenaran. Jadikan kami pewarta kasih-Mu di dunia yang haus akan terang. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.