Seorang Pastor:
Penunjuk Jalan ke Surga

Ketika mencari Desa Ars, Pastor Yohanes Maria Vianney bertemu dengan seorang pemuda dan bertanya, “Di mana letak Desa Ars?” Sambil menjawab si pemuda menunjuk ke sebuah arah. Pastor Yohanes Maria Vianney membalas pemuda itu, “Karena engkau telah menunjukkan jalan ke Ars bagiku maka aku akan menunjukkan kepadamu jalan ke Surga.” (Patung Santo Yohanes Maria Vianney di tempat itu sekarang tangannya menunjuk ke langit)
Pastor Yohanes Maria Vianney benar-benar seorang penunjuk jalan terbaik ke Surga di Paroki Ars; Pelayanan Sakramen Tobat bahkan dibuat 20 jam per hari, karena banyaknya pendosa yang mau bertobat. Ia jadi seorang Bapa pengakuan yang hebat bukan karena kepintarannya, melainkan karena kesalehan dan kekudusannya yang terpancar dari tutur kata dan perbuatannya. Menurut Yohanes Maria Vianney, jika seorang Pastor larut dalam pelayanan ke tujuh sakramen dan sakramental tiap hari, maka ia hampir tidak mempunyai waktu lagi untuk melakukan kegiatan lain.
Pada perayaan peringatan St. Yohanes Maria Vianney, kita bertanya diri, “Apakah kita telah jadi penunjuk jalan yang baik ke Surga bagi umat, keluarga dan sahabat serta orang-orang di sekitar kita? Ataukah kita menciptakan penghalang di sekitar kita sehingga orang lain tidak menemukan jalan ke Surga?”
Ingatlah kata-kata Santo Yohanes Maria Vianney, “hanya Imam kuduslah yang mampu menguduskan umatnya.” Setiap orang boleh menerapkan dalam lingkupnya, “Apakah saya mampu menguduskan anggota keluargaku, orang-orang di kantorku, di mana pun saya tinggal dan ke mana pun saya pergi?”
Tidak ada yang kuno dari cara Santo Yohanes Maria Vianney melayani. Yang ada adalah kita tidak rela dan mampu menerapkan cara berpastoral Santo ini dalam zaman modern, karena kita tidak mencintai kekudusan, terutama Yang Terkudus.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.