Bertekun dalam Iman yang Benar

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki” (Mat 15: 28a).
Dalam Injil, kita melihat teladan iman yang hidup. Sosok perempuan itu datang kepada Yesus dengan penuh harap dan percaya, bahwa Tuhan mampu menolongnya. Ia tidak menyerah, meskipun tampak diabaikan, karena ia sungguh mengandalkan Tuhan.
Kita pun diajak untuk memiliki iman yang serupa, yaitu sikap berani mempercayakan seluruh hidup kepada Tuhan. Seperti dikatakan dalam Mat. 17: 20, iman sebesar biji sesawi pun memiliki kekuatan besar, jika kita sungguh bersandar kepada-Nya. Tapi iman bukan berarti semua keinginan kita pasti terjadi sesuai kehendak kita, melainkan percaya, bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik.
Di sisi lain, kita tetap dipanggil untuk berusaha dan berjuang dalam hidup. Tuhan menghargai setiap usaha yang kita lakukan, terutama, ketika kita melibatkan Dia dalam setiap langkah.
Iman yang hidup itu tampak dalam kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, disertai usaha yang setia dan hati yang tetap berserah kepada kehendak-Nya.
Fr. Bruno De Jesu, CSE
Rabu, 05 Agustus 2026
Yer 31: 1-7 MT Yer 31: 10-13 Mat 15: 21-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.