Bertekun dalam Doa

Sebelum marak sistem tiket online, kita tentu pernah mengantri di sebuah konter tiket, misalnya untuk mendapatkan tiket konser atau tiket kereta api saat mudik. Pasti ada saja orang yang mencoba ‘menyelak’ antrian. Atau mungkin ada Ibu-ibu yang membawa anak kecil sehingga kita merasa kasihan lalu mempersilakan mereka lebih dulu.

Perempuan Kanaan juga “menyelak antrian” datang kepada Yesus dengan permohonan mendesak. Ia memohon kesembuhan putrinya yang menderita kerasukan setan. Ia berteriak memohon belas kasihan Yesus. Awalnya Yesus menolak dengan diam saja. Murid-murid-Nya berusaha menyuruh perempuan itu pergi, karena mengganggu. Bahkan Yesus malah berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Kian menegaskan perempuan Kanaan itu bukan prioritas, karena di luar antrian utama: bukan bangsa pilihan Allah. Tapi perempuan Kanaan ini tidak sakit hati, ketika mendapat diskriminasi seperti itu. Ia hanya melihat Yesus sebagai satu-satunya harapan; dan harapan itu sungguh tidak mengecewakan, putrinya disembuhkan.

Pernahkah merasa doa kita tidak didengar? Pernahkah merasa kita “bukan siapa-siapa?”

Teruslah bertekun dalam doa, datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati, dan percayalah, bahwa Ia akan mendengar dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya yang terbaik. Iman kita, sekecil apa pun, bisa menghasilkan keajaiban, jika kita meletakkannya sepenuhnya di tangan Tuhan.

“Ya, Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang tidak terbatas bagi kami. Kuatkan iman kami agar selalu bertekun dalam doa dan mencari wajah-Mu. Semoga hati kami senantiasa terbuka untuk belas kasih-Mu yang menyembuhkan. Amin.”

Ziarah Batin