Kemurnian Hati dalam Pelayanan Pastoral

“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang ke luar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Mat 15: 11).
Pada peringatan wajib Santo Yohanes Maria Vianney, kita diajak mengenang seorang Imam sederhana yang setia mendampingi umat melalui doa, pelayanan Sakramen Tobat, dan bimbingan rohani. Hidupnya menunjukkan, bahwa pelayanan sejati lahir dari hati yang dekat dengan Allah.
Dalam Injil, Yesus mengingatkan, bahwa yang terpenting itu bukan aturan lahiriah, melainkan kemurnian hati. Apa yang kita katakan dan lakukan mencerminkan isi hati ini. Kita dipanggil untuk melayani dengan hati yang tulus, penuh empati, dan tidak menghakimi. Dengan demikian, kehadiran kita dapat menghadirkan kasih Tuhan bagi sesama.
Teladan Santo Yohanes Maria Vianney mengajarkan, bahwa dari hati yang murni lahir kata-kata yang menguatkan dan menuntun orang kembali kepada-Nya.
Santo Yohanes Maria Vianney doakanlah kami agar memiliki hati yang rela dan setia melayani Tuhan.
Sr. M. Janetta, P. Karm
Selasa, 04 Agustus 2026
Yer 30: 1-2.12-15.18-22 Mzm 102: 16-21.29.22-23; Mat 15: 1-2.10-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.