Menanggapi Undangan Kerahiman Ilahi

“Belas kasih Tuhan tidak menghapus kebenaran; belas kasih-Nya memberi kita keberanian untuk kembali kepada-Nya.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau memperlihatkan dua saksi-Mu yang setia: Nabi Yeremia yang diselamatkan oleh penyelenggaraan-Mu, dan Yohanes Pembaptis yang menyerahkan nyawanya demi mempertahankan kebenaran. Keduanya tidak mencari kenyamanan ataupun pujian manusia. Mereka hanya ingin setia kepada-Mu.

Ketika Herodes mendengar tentang Yesus, hati nuraninya terusik. Ia sadar, bahwa membunuh Yohanes tidak pernah dapat membungkam kebenaran. Melalui hati nurani, Engkau pun terus berbicara kepada kami. Betapa sering Engkau mengingatkan kami dengan lembut agar kembali kepada jalan-Mu.

Pada peringatan St. Alfonsus Liguori, kami bersyukur atas teladannya yang tanpa lelah mewartakan, bahwa keadilan-Mu selalu berjalan bersama belas kasih-Mu. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi belas kasih-Mu bila kami mau bertobat dan kembali kepada-Mu.

Bapa, sering kali kami menolak teguran, karena melukai kesombongan atau mengganggu kenyamanan yang kami pertahankan. Padahal setiap panggilan untuk bertobat adalah bukti kasih-Mu yang ingin memulihkan, bukan menghukum.

Bukalah hati kami agar berani menerima kebenaran, walaupun terasa tidak nyaman. Berilah kami kerendahan hati untuk dikoreksi, keberanian untuk hidup dalam kebenaran, dan kepercayaan penuh, bahwa belas kasih-Mu selalu lebih besar daripada segala kelemahan kami.

Semoga hidup kami jadi persembahan yang hidup bagi-Mu, karena kami percaya tidak ada satu pun pengorbanan yang diserahkan kepada-Mu akan sia-sia.

Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)