Hidup ini Indah

“God always be with you.”

Pada ranting kering pohon alpokat yang tadi malam dicuri buahnya, bertengger sepasang burung kutilang yang saling membersihkan bulu indah mereka. Mereka tidak pusing dengan yang ada di bawahnya. Tetap asyik saling menata bulu. Tidak sadar ada yang kagum pada mereka sembari menikmati segelas kopi. Hidup juga begitu. Kadang kita tidak peduli dengan yang lain saat keadaan baik-baik saja. Baru sibuk ke sana kemari saat keadaan tidak baik-baik saja.

Padahal menyendiri itu kadang malah menyembuhkan, daripada sibuk mencari alasan dan menyalahkan. Kadang terlihat egois saat kita memberi perhatian pada diri. Justru yang sering terjadi adalah kita tidak mempunyai banyak waktu memberi apresiasi pada diri ini. Seperti burung kutilang yang asyik menata diri. Ada saatnya kita juga mempunyai waktu untuk memberi apresiasi pada diri.

Memang selalu ada yang mengejutkan dalam kehidupan. Masalah, cobaan, penderitaan, kesedihan, dan kecewa itu selalu ada. Bila kita mempunyai banyak waktu memberi apresiasi pada diri, maka semua itu akan baik-baik saja. Keadaan yang kelam itu tidak lama. Meski hidup tidak baik-baik saja, keadaan juga tidak seindah yang dibayangkan. Tapi percaya saja semua itu tidak lama.

Tidak perlu ekspektasi tinggi, yang penting itu dimaknai, dijalani, dan disyukuri. Tidak perlu protes, karena hidup itu berproses. Tidak perlu khawatir, angkat tangan pasti Tuhan turun tangan. Sabar saja, karena semua itu akan indah pada waktu-Nya.

Tidak perlu banyak kata, tapi lakukan yang terbaik saja. Pasti hidup, rezeki, dan peluang itu selalu cukup tersedia. Berhentilah sibuk untuk mengurusi hidup orang lain. Hidup kita saja udah belepotan. Tidak perlu menghakimi kesalahan orang, karena hidup kita sudah berjibun kesalahan dan kekurangan. Tersenyumlah pada diri, dan jangan pelit berbagi kebahagiaan dengan yang lain. Hidup pun berlimpah sukacita dan damai.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj