Gampang Menghakimi, tapi Sulit Menerima Fakta

“Kadang kita terjebak menghakimi sesama, karena masa lalu mereka, sehingga menutup mata terhadap perubahan dan perkembangan mereka pada masa kini. Semuanya itu terjadi, karena kita memeluk erat kejahatan di dalam diri, tapi menolak kebaikan dalam diri sesama. Sadar atau tidak, Iri hati itu adalah penyebabnya.”
Iri hati dan kecemburuan itu mengikat hati dan akal budi kita, sehingga mudah menghakimi orang lain. Kadang kita mengikat orang lain pada masa lalu mereka, tapi sadar atau tidak ternyata yang terikat di sana adalah diri kita sendiri, sementara yang disangka terikat itu justru terlepas bebas menggapai masa sekarang yang gilang gemilang. Inilah yang terjadi pada orang-orang Nazareth yang menolak kebaikan dan kelebihan yang dimiliki oleh Yesus, karena mereka mengenal masa lalu-Nya bersama mereka.
Kita disadarkan, bahwa:
- 1) Setiap orang memiliki kesempatan dan kemungkinan untuk berubah jadi lebih baik dari masa lalunya;
- 2) Kerendahan hati akan memampukan kita melihat masa sekarang dan masa depan orang lain serta turut bersukacita. Sedang iri hati hanya mengurung kita di masa lalu, sehingga membuat kita mudah menghakimi sesama berdasarkan masa lalu mereka;
- 3) Mengakui kelebihan dan keunggulan orang lain akan memacu kita untuk berjuang, sehingga berhasil, dan bahkan melebihi mereka. Sebaliknya iri hati dan cemburu itu tidak hanya membelenggu, tapi pasti akan membunuh kita secara perlahan-lahan.
Sejatinya kita sendiri yang menentukan untuk tetap tinggal di masa lalu atau melakukan yang terbaik di masa sekarang, serta melaju menggapai sukses masa depan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.