Dibentuk jadi Berharga

“Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali jadi bejana lain menurut yang baik pada pemandangannya” (Yer 18: 4).

Pernahkah kita memandang pekerjaan tertentu, seperti pemulung, sebagai sesuatu yang rendah? Padahal, seorang pemulung mengumpulkan barang-barang yang dianggap tidak berguna untuk didaur ulang jadi sesuatu yang bernilai kembali.

Demikian pula dengan hidup kita. Karena dosa, kita mungkin merasa tidak layak. Tapi Tuhan tidak membuang kita. Ia justru mengambil dan membentuk kita kembali jadi pribadi yang baru. Proses ini sering kali tidak mudah, bahkan terasa menyakitkan bagi kita. Tapi seperti bejana yang dibentuk dengan teliti, hasil akhirnya akan jadi sesuatu yang indah dan berharga di hadapan-Nya.

Tuhan hanya membutuhkan hati yang mau taat dan rela dibentuk. Memang tidak mudah, karena kehendak-Nya sering kali berlawanan dengan keinginan kita. Ketika kita bersedia, Roh Kudus akan menuntun dan memberi kekuatan dalam setiap proses kehidupan. Semoga kita tetap setia dan percaya, bahwa setiap proses yang Tuhan izinkan terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang indah.

Tuhan, bantulah kami untuk tetap taat dan setia kepada-Mu. Teguhkanlah hati kami agar tetap percaya, bahwa rencana-Mu adalah yang terbaik bagi hidup kami.

Herlin

Kamis, 30 Juli 2026
Yer 18: 1-6 Mzm 146: 2-6 Mat 13: 47-53

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com