Hidup dalam Kebenaran

Yesus menjelaskan perumpamaan tentang lalang di ladang. Ia menerangkan, bahwa ladang adalah dunia, benih baik adalah anak-anak Kerajaan, dan lalang adalah anak-anak si Jahat. Musuh yang menabur lalang adalah Iblis, masa panen adalah akhir zaman, dan para penuai adalah Malaikat. Pada akhir zaman, lalang akan dikumpulkan dan dibakar, sedangkan gandum akan dikumpulkan ke dalam lumbung.

Penjelasan Yesus ini memberikan gambaran yang jelas tentang adanya dua kekuatan yang bekerja di dunia ini, yaitu kebaikan dan kejahatan. Keduanya sering kali tumbuh bersama, sulit dibedakan sepenuhnya. Tapi akan tiba saatnya pemisahan yang sempurna, di mana keadilan Allah akan dinyatakan. Orang-orang yang melakukan kejahatan akan menerima akibatnya, sementara orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Sabda Tuhan ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjuang di pihak kebenaran dan kebaikan. Meskipun hidup di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan, kita dipanggil untuk jadi anak-anak Kerajaan yang menabur benih kebaikan melalui perkataan dan perilaku. Kita harus berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh godaan dunia dan tetap setia kepada Kristus. Keyakinan akan adanya penghakiman terakhir seharusnya memotivasi kita untuk hidup dalam kebenaran dan harapan akan kemuliaan yang akan datang.

“Ya, Tuhan, kuatkan kami untuk selalu memilih jalan kebenaran dan kebaikan. Lindungi kami dari pengaruh kejahatan dan berikan kami pengharapan akan kemuliaan abadi di kerajaan-Mu. Amin.”

Ziarah Batin