Dunia Nyata adalah Medan Kita Berjuang

Seorang mahasiswa yang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya, seperti pergaulan bebas, perkelahian antara teman, malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yang berbicara di telepon menanggapi, “Kami di kampung juga banyak gangguan seperti bertengkar dengan Ibumu, Adik-adikmu malas bekerja dan belajar, serta sinyal telepon yang hilang muncul sesukanya.”

Kehidupan kita sangat nyata dan penuh dengan gangguan. Dunia ini dan setiap manusia yang mendiaminya jadi pilihan Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa, dan Ia rela mati demi kebaikan kita. Dosa, pengaruh jahat, gangguan, dan aneka kesulitan itu membuat hidup kita tidak damai dan tenang. Semua itu adalah lalang-lalang yang mengganggu hidup kita sebagai pengikut Kristus. Tidak ada seorang pun yang bebas dari gangguan itu.

Yesus tidak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita yang berusaha berbuat baik dan senantiasa teratur dalam setiap sikon hidup ini. Meski faktanya di sekitar kita tetap ada orang yang tidak puas, setuju, tidak menyukai, masa bodoh, dan iri dengan kita. Semua itu adalah lalang yang tidak pernah membuat kita bebas. Yesus Kristus tidak lepas kontrol atas diri ini, dan Roh Kudus setia mendampingi kita.

Di dunia ini kita tidak bisa menghindari gangguan itu. Kita hanya bisa mengambil sikap, dan memiliki kemampuan yang dibekali ajaran kebenaran dan kebaikan dari Tuhan. Seperti Nabi Yeremia yang meratapi kehidupan nyata yang rusak berantakan, karena dosa dan sangat berharap belas kasih Allah. Kita juga selalu berusaha optimis untuk kehidupan yang lebih baik, yaitu dengan membarui diri dan dunia tempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan, dan mimpi yang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini.

Jika kita bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahan dengan situasi itu dapat disamakan dengan empat roda mobil yang berputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus saja bermimpi atau berkhayal: kita ingin berada di posisi depan untuk tiba duluan, tapi kapan bisa… Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-angan seperti ini, yang berarti tidak betah, tidak optimis, dan realistis dalam hidup di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tapi tetap realistis dan optimis, karena Tuhan selalu menyertai kita.

“Ya, Allah Bapa yang Maha Murah, semoga Roh Kudus senantiasa memampukan kami untuk membarui dunia dan hidup kami, serta kesetiaan kami kepada Yesus Kristus tidak pernah pudar dari iman yang telah kami akui. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)