Karena Menerima, maka Harus Memberi agar Anda Menerima lagi

“Bila Anda percaya, bahwa Tuhan itu Pemilik segala rahmat, maka sadarlah, semua yang Anda miliki saat ini adalah pemberian Tuhan. Inilah kebenarannya, sesaat ketika engkau kekurangan karena memberi dan berbagi, maka engkau sedang memberi ruang bagi Allah untuk memberkatimu secara melimpah sehingga Anda tidak pernah kekurangan.”

Yesus menegaskan tentang keharusan untuk berbagi dan memberi dengan berkata, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya.”

Firman Tuhan ini menegaskan kembali beberapa keyakinan pada kita:

  • 1) Tuhan menganugerahkan talenta dan berkat kepada semua orang. Bertumbuh dan berkembang tidaknya talenta dan berkat itu tergantung pada usaha setiap orang dalam menggali potensi diri untuk memberikan yang terbaik. Ingat, bahwa rumput dan pohon bisa bertumbuh di atas batu;
  • 2) Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang ada di dalam hidup dan dirinya, yang memungkinkan dia untuk bisa memberi dan berbagi. Semuanya itu sangat tergantung pada rela tidaknya seseorang mau berbagi kepada sesama;
  • 3) Ketika berbagi dan memberi itu bagaikan kita sedang mengosongkan dompet, tas, atau gudang kita sehingga ada ruang kosong yang tersedia untuk menerima barang atau uang baru di dalamnya. Ingatlah, bahwa gelas yang penuh ketika diisi dengan air baru maka akan terbuang, namun bila telah dikosongkan maka akan menggerakan hati si pelayan untuk menambah minumanmu.

Akhirnya ingatlah, bahwa Anda tidak akan jadi miskin hanya karena selalu memberi dan berbagi, dan mereka yang menerima bantuanmu juga tidak akan langsung jadi kaya dengan menerima bantuanmu. Tapi satu hal yang tersisa dan jadi penghubung antara pemberi dan penerima adalah ‘kasih’ yang menghidupkan.

Monsignor Inno Ngutra, Pr