Format Dialog:
Berpikir Kritis

Berpikir kritis itu bukan sekadar tahu jawaban, tapi mampu membedah alasan di balik pikiran dan tindakan.
Dokter Gigi: “Pak, apa sebenarnya perbedaan antara berpikir kritis dengan berpikir biasa?”
Saya: “Sebelum menjawab, saya mau tanya. Mengapa tadi Anda mengucapkan salam dan menyalami tangan saya?”
Dokter Gigi: “Tentu saja, karena Bapak adalah pasien saya, dan secara usia Bapak lebih tua dari saya.”
Saya: “Kalau seandainya saya bukan pasien Anda, dan usia saya jauh lebih muda, apakah Anda akan tetap menghargai saya?”
Dokter Gigi: (Berpikir) “Mungkin tidak, karena tidak ada transaksi
atau kepentingan di antara kita.”
Saya: “Nah, itulah esensi dari berpikir kritis. Anda tidak sekadar bertindak, tapi Anda mampu membedah alasan di balik pikiran dan tindakan Anda sendiri.”
Berpikir kritis adalah kunci untuk bertindak bijak dalam setiap situasi.
Berkah Dalem.
Jlitheng/Koko Miko
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.