Gaya Hidup Sehat

“Sekarang, ya, Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku” (1 Raj 19: 4b).
Aneka bentuk olahraga, mulai dari yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang biasa sampai yang ekstrem, diminati orang-orang dengan dalih memupuk hidup yang sehat. Tapi hidup sehat itu bukan hanya soal kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Isu ini jadi salah satu hal yang diperhatikan pada masa-masa sekarang ini.
Nabi Elia dikenal sebagai sosok yang kuat, berpengaruh, dan dipenuhi dengan Roh Allah. Tapi ada sebuah pengalaman pribadi yang mungkin terluput, yakni ketika Elia mengalami keputusasaan dan ingin menyudahi semuanya. Tapi pada saat itulah Tuhan hadir dan memberikan kekuatan kepadanya (ay. 7-8).
Jika kita hanya mengandalkan kekuatan dan pendapat sendiri, kita tidak akan mampu dan sering kali berputus asa. Ketika Tuhan turun tangan, maka Ia sendirilah yang memampukan kita melakukan kehendak-Nya. Jika kita berjalan bersama dengan Allah, maka Tuhan sendirilah memberikan kekuatan kepada kita.
Rm. Josemaria Caritas, CSE
Senin, 20 Juli 2026
Mi 6: 1-4.6-8 Mzm 50: 5-6.8-9.16-17.21.23 Mat 12: 38-42
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.