Kelana Kampung dan Kota -94
Simply da Flores
Paradoks Kata Bahasa

Waktu lahirkan kata seperti musim
lalu menjelma jadi ayat-ayat senjata
dalam sajak puisi dan cerita
Ruang memperanakkan huruf dan angka
lalu berinkarnasi dalam halaman buku penuh bisa
hadir di gawai dan aneka bahasa

Senjata itu
bisa menyelamatkan dan membunuh
Racun dan bisa pun
bisa mengobati dan mematikan
Entah…
siapa yang memakai kata merangkai ayat
Entah…
apa kepentingan bahasa dan sastra
Entah…
Ada makna atau kata hampa

Desah nafas dihujani kata-kata
mengalir deras dari samudra pikiran manusia
Kata suara melahirkan fakta
manusia menjelma dalam kata bahasa
Sejarah seperti parade kata-kata

Fakta telah jadi cerita
Misteri pun jadi kisah
Imajinasi dan kreasi terus terjadi
Pilihan dan keputusan melukis pribadi
Kehidupan adalah kata-kata multi dimensi
mungkin sandiwara insani dan Ilahi

Entah…
oleh menjamurnya para penyair
oleh para penjahat dan koruptor
oleh rakyat jelata yang nasibnya getir
oleh tokoh politik, pebisnis, adat dan agama
oleh setiap jiwa raga dengan nalar
Mungkin…
karena pada mulanya adalah ‘kata’