Allah Sangat Sabar Terhadap Kita

“Bila Anda sadar, bahwa akibat dari pelanggaran, kejahatan, dan dosa-dosa itu adalah kematian. Tapi faktanya kota masih hidup sampai saat ini dan esok, maka itu bukan karena hebat atau sucinya diri ini, melainkan semuanya tentang karakter Allah yang sangat sabar dan ingin agar kita bertobat di dunia dan selamat di akhirat.”
Kesabaran Allah itu nampak dalam kisah Injil, di mana sang Tuan kebun anggur membiarkan lalang tumbuh di antara gandum sampai masa panenan. Meskipun demikian nasib tragis dialami oleh lalang, karena pada masa panen, lalang itu akan dicabut, dikumpulkan, lalu dibakar.
Kita disadarkan, bahwa:
- 1) Lamanya hidup seseorang di dunia ini bukan karena hebat, baik atau sucinya ia sehingga Allah memberinya hadiah umur panjang, melainkan semuanya tentang kasih kemurahan Allah kepadanya;
- 2) Allah itu sabar dalam proses, tapi sangat tegas dalam penentuan hasil akhirnya. Dengan kata lain Allah sabar dalam belas kasih dan kerahiman-Nya, tapi tegas serta adil dalam penghakiman-Nya di akhir hidup kita;
- 3) Bila waktu hidup masih terberi kepada kita, maka gunakanlah untuk bertobat dan berbuat baik sebagai persiapan untuk menghadapi pengadilan Allah.
Ingatlah kata-kata Yesus kepada Santa Faustina, Rasul Kerahiman Ilahi, “Sebelum Allah datang dengan pedang keadilan-Nya, maka Ia terlebih dahulu menawarkan samudra Kerahiman-Nya.” Inilah cara Yesus menghindari dan menyelamatkan kita dari pengadilan Allah di akhir hidup kita.
Sekarang, kita mau bertobat atau terus berdosa? Pilihan ada pada kita, tapi penilaian ada di tangan Allah.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.