Pembawa Terang dan Harapan di Tengah Kegelapan

Pada peringatan Santa Odilia, seorang Santa pelindung bagi mereka yang menderita kebutaan, kita merenungkan kisah dalam Injil Matius 12: 14-21. Di tengah penolakan dan rencana jahat terhadap Yesus, Ia tetap menunjukkan belas kasihan dan menyembuhkan banyak orang. Nubuat tentang Hamba Tuhan yang tidak mematahkan buluh yang patah dan tidak memadamkan sumbu yang pudar itu menggambarkan kelembutan dan harapan yang terus terpancar dari diri Kristus, bahkan dalam kegelapan.
Kisah Santa Odilia, yang menurut tradisi dilahirkan buta dan kemudian menerima penglihatannya melalui baptisan itu jadi simbol harapan dan terang di tengah kegelapan. Pengalamannya mengingatkan kita, bahwa penglihatan sejati tidak hanya terbatas pada mata fisik, tapi juga pada mata hati yang mampu melihat kasih dan kebaikan Allah di tengah kesulitan. Seperti Yesus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Santa Odilia, setelah menerima karunia penglihatan, mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan sesama.
Peringatan Santa Odilia mengajak kita untuk merenungkan, bagaimana kita melihat dunia di sekitar kita. Apakah kita terpaku pada kegelapan dan kesulitan, ataukah kita berusaha melihat dengan mata hati, mencari jejak kasih dan harapan seperti yang diteladankan Kristus?
Semoga teladan Santa Odilia menginspirasi kita untuk jadi pembawa terang dan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kegelapan dalam hidup mereka.
“Ya, Allah, sumber segala terang, melalui teladan Santa Odilia, bukalah mata hati kami agar mampu melihat kasih dan harapan-Mu di tengah segala situasi, serta mampukanlah kami jadi pembawa terang dan harapan bagi sesama. Amin.”
Ziarah Batin