Just for a While

“Everything in life is just for a while.” -Rio, Scj.
…
Sejauh apa pun kita mengejar dunia, tetap saja dunia akan meninggalkan kita. Seketat apa pun kita menjaga kesehatan, sakit tetap akan mendatangi. Sejauh apa pun kita menghindari maut, tetap saja kematian akan menghampiri. Sejauh apa pun kita melupakan Surga, tetap saja ia jadi tempat abadi. Hidup di dunia itu singkat, “Vita est brevis.”
Hidup ini bukan tentang perlombaan lari. Bukan tentang siapa yang terlihat paling cepat. Melainkan yang terpenting adalah, bagaimana caranya kita menuju garis akhir dengan menaburkan kebaikan dan kesucian. Hidup ini anugerah Tuhan. Jadi buatlah tiap hari Tuhan bangga dan tersenyum, karena hidup kita jadi saluran berkat-Nya.
Jalani hidup ini dengan sabar dan syukur. Jika cita-cita itu belum didapat, kita sabar dan teruslah berjuang. Jika diperoleh itu untuk disyukuri agar Tuhan menambahkan dengan banyak mukjizat dan kejutan. Semua fase hidup ini tidak selalu mulus dan lancar. Adakalanya jatuh dan gagal. Tapi bersabarlah. Karena sabar itu membuat setiap fase kehidupan bertumbuh dan berkembang. Fase untuk jadi pemenang dari setiap kegagalan tanpa menyalahkan. Fase bertumbuh, meski jutaan tantangan itu menghadang.
Rencanakan, berdoa, berusaha, dan perjuangkanlah. Masalah hasil itu urusan Tuhan. Tetaplah fokus dan konsisten pada hal-hal yang dapat kita kendalikan. Tetap senyum dan bahagia, karena hasil itu kadang tidak sesuai impian, realita kadang tidak seindah kata-kata. Jalan saja dan terus nikmati setiap prosesnya. Kita tidak tahu kejutan yang Tuhan sediakan di masa depan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj