Persembahan Terindah di Mata Tuhan

“Persembahan yang paling indah adalah membantu sesama yang menderita dan yang berkesusahan daripada bantuan besar yang diberikan demi sebuah nama dan harga diri.”
Dalam hidup kadang kita bertemu dengan dua tipe orang ini; ada yang memberi dan membantu sesama dalam diam, sementara yang lain menginginkan setiap pemberian harus diumumkan demi pujian dan penghormatan. Dalam Injil, Yesus menasehati sekaligus menganjurkan kepada kita, “Yang Kukehendaki adalah belas kasihan dan bukan persembahan.”
Bagi Yesus, sebesar dan sebanyak apa pun persembahan kita kepada Tuhan tidak akan ada artinya, bila mengabaikan derita dan kesulitan sesama. Artinya selama kita tetap setia untuk membantu sesama yang menderita kesusahan, maka itulah persembahan terindah di mata Tuhan.
Tuhan mengajak kita untuk:
- 1) Jadi penolong bagi sesama yang berkesusahan dan menderita bukan demi sebuah nama, melainkan semuanya demi kemanusiaan;
- 2) Persembahan yang terindah kepada Tuhan adalah, ketika kita rela menolong sesama yang berkesusahan dan menderita di sekitar kita;
Akhirnya inilah yang akan terjadi pada kita, bahwa selama kita tak pernah berhenti memberi dan berbagi kepada sesama maka Tuhan pun tidak akan pernah menyumbat saluran berkat-Nya untuk kita.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.