Olah Hati, Tata Kata demi Tuntun Langkah

“Kebijaksanaan dan kebajikan seseorang bukan tergantung pada kepintaran atau keahlian, melainkan pada kemampuan seseorang untuk mengolah hati, menata kata dan menuntun langkah dalam kehidupannya.”
Dalam Injil, Yesus mengucapkan syukur kepada Bapa di Surga. Walaupun rahasia cinta-Nya dinyatakan kepada semua orang, tapi banyak orang pintar perlu berdiskusi bertahun-tahun; para ahli membutuhkan tes dan uji coba berabad-abad; dan orang berada serta kaum terpandang mengabaikannya, karena fokus pada kedudukan dan harta mereka. Tapi hanya orang kecil nan rendah hatilah yang membuka hati untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Yesus adalah rahasia terdalam dari cinta Bapa kepada dunia.
Firman Tuhan mengajari kita tentang beberapa keutamaan ini:
- 1) Yesus adalah Putra Allah yang diutus ke dunia untuk menunjukkan kepada manusia siapa itu Allah Bapa yang sesungguhnya. Barang siapa melihat Anak, ia melihat Bapa. Walaupun mata kita tidak pernah melihat-Nya, tapi hati kita telah menerima Bapa, Putra, dan Roh Kudus;
- 2) Keutamaan yang paling berharga bukan otak pintar yang dimiliki, juga bukan keahlian yang didapatkan, melainkan keterbukaan hati untuk menerima Yesus sebagai Juru selamat;
- 3) Setiap saat Anda syukuri hidup ini, syukuri semua yang terjadi padamu dan Anda alami, maka sesungguhnya Anda sedang melangkah untuk mendapatkan keutamaan dan kebajikan hidup.
Akhirnya sadarlah, bahwa cara terbaik untuk mendapatkan keutamaan hidup adalah dengan cara mengolah hati dan menata kata, sehingga langkah-langkah kita tertuntun kepada Tuhan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.