Bertobat dan Jadi Percaya

“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya” (Mat 11: 20).

Dalam kehidupan ini, kita mengalami berbagai peristiwa: ada sukacita dan dukacita. Tapi banyak orang hanya ingin merasakan sukacita dan menghindari dukacita. Akibatnya, tidak sedikit yang pada akhirnya hanya sibuk memohon berkat atau mencari mukjizat Tuhan, demi kepuasan dan kepentingan pribadi. Ketika tidak mendapatkan yang diinginkan, mereka melupakan atau bahkan tidak percaya lagi dengan Tuhan.

Dalam Injil, Yesus mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat, meskipun telah melihat banyak mukjizat. Seharusnya, mukjizat itu membuka hati mereka untuk percaya, tapi hati mereka tetap tertutup.

Yesus mengingatkan kita agar tidak hanya mencari mukjizat, tapi memiliki hati yang bertobat dan sungguh kembali kepada-Nya. Tanpa pertobatan, mukjizat sebesar apa pun tidak akan mendekatkan kita kepada Tuhan.

Marilah kita membuka hati, bertobat, dan hidup makin dekat dengan Tuhan.

Fr. Remigius dari Salib, CSE

Selasa, 14 Juli 2026
Yes 7: 1-9 Mzm 48: 2-8 Mat 11: 20-24

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com