Prioritas Utama:
Kasih kepada Kristus

Yesus, Sang Raja Damai, justru mengatakan, bahwa kedatangan-Nya membawa pedang, bukan damai di bumi. Hal ini bukan berarti Yesus menyukai pertikaian, melainkan menyingkapkan pilihan yang harus kita buat. Mengikuti Dia sering kali berarti berkonflik dengan nilai-nilai dunia, bahkan dengan orang-orang terdekat kita. Kasih kepada Kristus menuntut prioritas utama, melebihi ikatan keluarga sekalipun.

Di tengah tantangan itu, kita menemukan janji yang menghibur. Yesus berkata, “Siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku.” Melayani sesama dalam nama-Nya adalah wujud nyata mengikuti Kristus. Beban yang Dia berikan ringan, dan kuk yang Dia pasang mudah. Setelah memberikan perintah yang berat, Yesus menunjukkan kelembutan dan kepedulian-Nya. Ini mengingatkan kita, bahwa perjuangan mengikuti Kristus tidak pernah sendirian. Ada kasih karunia dan kekuatan yang selalu menyertai.

“Ya, Tuhan, mampukan kami untuk setia mengikut-Mu, bahkan ketika jalan itu sulit. Berikan kami keberanian untuk memilih-Mu di atas segalanya dan hati yang melayani sesama dalam nama-Mu. Kami percaya, dalam setiap langkah, kasih dan kekuatan-Mu menyertai kami. Amin.”

Ziarah Batin