Ojo Lali, lho…!

Kata-kata adalah janji yang mengikat hati.

Sebuah kesanggupan di mana menjaga kepercayaan merupakan bentuk tertinggi dari cara kita menghormati dan merawat harga diri sendiri.

Ketika sebuah ucapan diingkari, tidak hanya hubungan dengan sesama yang retak, melainkan benteng moral dan kehormatan diri kita sendiri yang runtuh perlahan.

Rasa bersalah dan hilangnya rasa hormat dari dalam sanubari itu akan terasa jauh lebih perih dan mendalam daripada sekadar sanksi duniawi.

Oleh karena itu, bisikan: “Ojo lali, lho!” hadir sebagai alarm sunyi yang abadi, sebuah pengingat abadi agar kita senantiasa setia pada ketulusan kata demi menjaga kesucian martabat yang kita bawa hingga akhir hayat.

Berkah Dalem.
Jlitheng/Koko Miko