Mengutamakan Tuhan

“Ketika Tuhan jadi yang terutama, kita belajar mengasihi setiap orang dengan kasih-Nya.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu menyampaikan sabda yang cukup mengejutkan. Ia berkata, bahwa Ia datang bukan membawa damai, melainkan pedang.
Sepintas terdengar bertentangan dengan Yesus, Sang Raja Damai. Tapi sesungguhnya Engkau sedang mengajarkan, bahwa setiap kali kebenaran-Mu masuk ke dalam hidup kami, semua yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu akan disaring. Bahkan di dalam keluarga sekalipun, mengikuti Kristus kadang menuntut keberanian dan dapat menimbulkan penolakan.
Bapa, sering kali aku begitu melekat pada orang-orang yang kucintai, pada kebiasaan yang nyaman, bahkan pada keinginanku sendiri. Yesus mengingatkanku dengan kasih, bahwa tidak seorang pun dapat menggantikan tempat-Mu di dalam hidupku. Ia tidak memintaku mengasihi keluargaku lebih sedikit. Ia mengajarkanku untuk mengasihi Engkau terlebih dahulu, supaya aku mampu mengasihi mereka dengan kasih yang benar.
Ketika Yesus memintaku memanggul salib, Ia mengundangku untuk percaya, bahwa rencana-Mu jauh lebih besar daripada rencanaku. Salib itu bukan tanda, bahwa Engkau meninggalkanku, melainkan kesempatan untuk semakin menyerupai Putra-Mu yang rela menyerahkan diri demi membawa kami pulang ke Rumah Bapa.
Ajarlah aku kehilangan hidupku dalam pengorbanan-pengorbanan kecil setiap hari: mengampuni daripada menyimpan luka, melayani daripada mencari penghargaan, mendengarkan daripada memaksakan kehendakku sendiri. Di saat aku memberikan diriku demi Kristus, semoga aku menemukan hidup sejati yang tidak akan pernah binasa.
Bapa, jangan biarkan kasihku kepada-Mu terpisah dari kasihku kepada sesama. Semoga setiap orang yang kuterima, kutolong, kuampuni, dan kulayani jadi kesempatan untuk menyambut Kristus sendiri. Jadikan rumahku, pekerjaanku, dan seluruh hidupku memancarkan belas kasih dan kebenaran-Mu.
Aku kembali memilihMu, Tuhan Yesus. Tuntunlah aku ke mana pun Engkau kehendaki, dan berilah aku hati yang utuh untuk mengikuti-Mu.
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.