Setia Mengikuti Jejak Sang Guru

“Seorang murid tidak lebih daripada Gurunya, atau seorang hamba daripada Tuannya” (Mat 10: 24).
Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa seorang murid tidak lebih dari gurunya. Sabda ini sederhana, tapi menyentuh hati: kalau kita mau mengikuti Yesus, kita juga dipanggil untuk berjalan di jalan yang sama dengan-Nya. Tidak selalu mudah, tidak selalu nyaman.
Sering kali kita berharap hidup beriman membawa ketenangan dan penerimaan. Namun Yesus sendiri mengalami penolakan dan penderitaan. Dalam iman Gereja Katolik, kita diajak untuk tetap setia, bukan hanya saat semuanya baik-baik saja, melainkan juga saat kita harus berjuang, karena memilih yang benar.
Dalam hidup sehari-hari, mungkin kita pernah mencoba berlaku jujur di tengah situasi yang tidak jujur. Kita bisa saja dianggap berbeda, bahkan dijauhi. Tapi justru di situlah kita sedang berjalan bersama Kristus. Kesetiaan itu bukan kelemahan, melainkan tanda bahwa kita sungguh murid-Nya.
Semoga kita dikuatkan untuk tetap setia, dengan hati yang sederhana dan percaya, bahwa setiap langkah kita termasuk yang sulit tidak pernah jauh dari penyertaan Tuhan.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Sabtu, 11 Juli 2026
Yes 6: 1-8 Mzm 93: 1-2.5 Mat 10: 24-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.