Kesetiaan yang Tidak Tergoyahkan

Injil mengajarkan kepada kita tentang kesetiaan seorang murid kepada Gurunya. Yesus mengatakan, “Seorang murid tidak lebih tinggi daripada Gurunya, dan seorang hamba tidak lebih tinggi daripada Tuannya.” Ini adalah prinsip kerendahan hati dan identifikasi diri dengan Kristus.

Santo Benediktus, dengan semangat ora et labora (berdoa dan bekerja), menghidupi prinsip ini dengan mengikuti Kristus sebagai Guru dan Raja. Ia mengajarkan pentingnya ketaatan pada aturan dan pemimpin rohani sebagai cara untuk meneladan ketaatan Kristus kepada Bapa. Ia juga menekankan pentingnya komunitas, di mana para rahib saling mendukung dalam perjalanan iman mereka. Yesus mengingatkan kita untuk tidak takut pada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh, tapi takutlah kepada Dia yang berkuasa membinasakan, baik jiwa maupun tubuh di neraka. Ini adalah panggilan untuk memiliki prioritas yang benar, untuk lebih takut kehilangan Allah daripada kehilangan apa pun di dunia ini.

Yesus juga menjanjikan pengakuan di hadapan Bapa bagi siapa pun yang mengakui Dia di hadapan manusia. Santo Benediktus dan para pengikutnya dengan berani memberikan kesaksian iman mereka melalui hidup yang sepenuhnya dipersembahkan kepada Allah.

Mari merenungkan kesetiaan kita kepada Kristus. Apakah kita berani mengakui Dia dalam perkataan dan perbuatan kita, bahkan di tengah kesulitan? Semoga teladan Santo Benediktus menginspirasi kita untuk mengikuti Kristus dengan kerendahan hati dan kesetiaan yang tidak tergoyahkan.

“Ya, Tuhan, Engkau adalah Guru dan Tuhan kami. Bantulah kami untuk meneladani kerendahan hati dan kesetiaan Santo Benediktus dalam mengikuti Engkau. Mampukan kami untuk mengakui Engkau di hadapan sesama dengan berani dan hidup seturut kehendak-Mu. Amin.

Ziarah Batin