Kujamah Jumbai Jubah-Mu agar Kau Sentuh Tubuh dan Jiwaku

“Sakit dan penyakit boleh melumpuhkan tubuh, tapi kasih dan pengampunan Tuhan menyembuhkan, baik tubuh maupun jiwamu.”
Kehadiran Yesus tidak hanya melalukan mukjizat, tapi terlebih mendatangkan sukacita dan kegembiraan jiwa. Tubuh yang lemah, karena sakit tidak mampu menahan gelora jiwa yang mengayunkan langkah perempuan itu untuk mendekati Yesus dengan sebuah keyakinan bulat akan kuat kuasa Yesus, “Biar kujamah saja jumbai jubah-Nya, maka aku sembuh.” Memang terbukti, bahwa iman jadi kunci terjadinya mukjizat.
Pelajaran penting dari kisah perempuan yang disembuhkan oleh Yesus:
- 1) Ketabahan dan kesabaran menghadapi sakit dan derita. Sakit tubuh tidak mampu memadamkan api sukacita jiwa;
- 2) Selalu ada harapan, bahwa kesembuhan adalah hak setiap orang. Tapi kesembuhan ini tergantung pada keyakinan dan usaha untuk sembuh. Perempuan itu mendekati dan menjamah jumbai Yesus;
- 3) Selalu ada kesadaran, bahwa mungkin dari penampilan fisik kita sehat, tapi sakit kita adalah kelemahan dan kekurangan yang terbiarkan, misalnya; kemarahan, iri hati, dendam, kesulitan mengampuni orang lain.
Akhirnya, bukan hanya setiap kali kita sakit fisik barulah kita datang kepada Tuhan, melainkan baiknya setiap saat kita meminta Tuhan untuk menyembuhkan sakit psikis kita.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.