Berserah Sepenuh Hati, karena Allah Setia

“Jangan biarkan ketakutan berbicara lebih nyaring daripada iman, dan janji-Nya lebih kuat daripada keadaan kami.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau menyatakan diri bukan pertama-tama sebagai Hakim, melainkan sebagai Mempelai yang tidak pernah berhenti mengasihi umat-Nya.

Walaupun umat-Mu pernah menjauh, tapi Engkau berjanji melalui Nabi Hosea, “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya… dalam kasih, belas kasih, dan kesetiaan.”
Perjanjian-Mu tidak berdiri atas kesempurnaan kami, tapi atas kasih-Mu yang tidak pernah gagal.

Engkau murah hati dan penuh belas kasih, panjang sabar, serta berlimpah kasih setia. Setiap hari Engkau mengundang kami untuk kembali ke dalam hati-Mu.

Dalam Injil dikisahkan dua orang yang putus asa itu memilih percaya, ketika segala keadaan berkata, bahwa semuanya sudah terlambat.

Seorang Ayah datang berlutut, meski kematian telah memasuki rumahnya.

Seorang perempuan yang bertahun-tahun menderita itu berani menjangkau Yesus hanya dengan iman yang sederhana.

Mereka tidak membiarkan ketakutan, pendapat orang, atau keputusasaan itu jadi kata terakhir.

Bapa, sering kali hati kami seperti rumah yang penuh keributan: dipenuhi kecemasan, kekecewaan, suara keraguan, dan tawa ketidakpercayaan.

Sebelum melakukan mukjizat, Yesus terlebih dahulu mengusir semua kegaduhan itu.

Tenangkanlah hati kami. Singkirkan setiap suara yang mengatakan, bahwa persoalan kami tidak mungkin dipulihkan. Biarlah iman berbicara lebih nyaring daripada ketakutan, dan janji-Mu lebih kuat daripada keadaan kami.

Ajarlah kami bukan hanya berdoa, tapi juga melangkah mendekati-Mu. Seperti kepala rumah ibadat itu, kiranya kami berlutut dalam penyerahan. Seperti perempuan yang sakit itu, kiranya kami berani menjamah-Mu dengan iman.

Setiap orang yang datang kepada Yesus tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Di dalam Dia, perjanjian-Mu diperbarui, martabat dipulihkan, harapan dihidupkan kembali, dan yang tampak mati dapat hidup kembali.

Kami berserah sepenuh hati ke dalam tangan kasih-Mu, karena belas kasih-Mu telah lebih dahulu menantikan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)