Jadi Saluran Berkat dengan Modal Iman

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (Mat 9: 2b).
Dalam ayat tersebut, Yesus melihat iman mereka, lalu mengampuni dosa orang yang lumpuh itu, dan pada akhirnya orang itu juga mengalami kesembuhan secara fisik. Jika diperhatikan, yang sebenarnya mengharapkan kesembuhan adalah orang-orang yang membawa orang lumpuh itu. Mereka hanya mengharapkan kesembuhan, tapi Yesus memberikan lebih dari itu dengan juga mengampuni dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, setidaknya kita pernah diminta oleh seseorang untuk mendoakan mereka. Dengan spontan, kita biasanya mengiyakan permintaan tersebut. Tapi, apakah kita benar-benar mendoakannya dengan kesungguhan hati? Atau pernahkah muncul dorongan dari dalam diri kita sendiri untuk mendoakan orang lain yang sedang sakit? Apakah kita berdoa hanya sebagai formalitas, sekadar memberikan dukungan moral bagi mereka?
Sekali lagi, melalui ayat itu Yesus menunjukkan, bahwa iman orang yang sungguh mendoakan itu dapat jadi berkat bagi orang yang didoakan. Bahkan, Yesus menjawab lebih dari yang mereka harapkan, karena Tuhan mengetahui kebutuhan setiap orang. Tuhan melihat hati setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Angeline M. Karamoy
Kamis, 02 Juli 2026
Am 7: 10-17 Mzm 19: 8-11 Mat 9: 1-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com