Kita Dipanggil, Dibentuk, dan Diutus

“Allah tidak memanggil yang mampu, tapi Dia memampukan yang terpanggil.”

Allah yang Maha Rahim,
Kami merayakan dua rasul besar-Mu: Santo Petrus dan Santo Paulus. Dua pribadi yang sangat berbeda, tapi dibentuk oleh Roh yang sama dan diutus dalam misi yang sama.

Petrus seorang nelayan sederhana, penuh semangat, tapi juga rapuh. Paulus seorang Farisi yang cerdas dan berapi-api, tapi pernah menganiaya Gereja-Mu. Keduanya memiliki masa lalu yang tidak sempurna. Tapi rahmat-Mu mengubah mereka jadi pilar Gereja.

Dalam Injil, Yesus bertanya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Pengakuan iman inilah yang jadi batu karang bagi Gereja.

Petrus jadi kokoh bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena ia belajar bersandar pada-Mu. Saat dirantai di penjara, Engkau membebaskannya dari ketakutan.

Paulus pun mengalami hal yang sama. Setelah hidup bersandar pada kemampuan diri, ia akhirnya mengerti, bahwa kekuatan sejati itu datang dari penyerahan total kepada-Mu. Ia dapat berkata dengan damai: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.”

Bapa, benang merah ini sangat indah: Engkau tidak menunggu kami sempurna. Engkau memanggil, membentuk, lalu mengutus.

Petrus mengajar kami untuk mengenal Kristus. Paulus mengajar kami untuk setia sampai akhir. Pemazmur mengingatkan kami: Tuhan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Hari ini Engkau bertanya kepada kami: “Siapakah Yesus bagiku?”
Berilah kami iman seperti Petrus untuk mengenali-Mu. Juga seperti Paulus untuk mewartakan-Mu. Ubah kegagalan kami jadi kesaksian, kelemahan kami jadi kekuatan dalam rahmat-Mu.

Pakai hidup kami, ya Tuhan: cerita, luka, dan pergumulan kami untuk membangun Gereja-Mu.

Sebab panggilan-Mu lebih besar daripada ketakutan kami, belas kasih-Mu lebih besar daripada masa lalu kami, dan rahmat-Mu cukup untuk membawa kami pulang.

Tuhan Yesus, Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kami milik-Mu.

“Yesus, Engkaulah Andalanku.
Amin.”

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)