Dalam hidup ini kita sering berjumpa dengan orang yang mau berbagi atau memberikan bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan.
Dalam kisah Nabi Elisa, kita dapat melihat kebaikan dan kasih sayang Tuhan kepada seorang perempuan Yahudi yang miskin dan belum memperoleh keturunan. Tuhan memberikan mukjizat kepadanya melalui Nabi Elisa yang mengatakan dia akan memperoleh keturunan. Hal ini menunjukkan, bahwa Tuhan peduli dan bersedia membantu mereka yang membutuhkan.
Dalam Injil, kita diingatkan, bahwa cinta kepada Tuhan harus di atas segalanya. Kita tidak boleh mengabaikan panggilan Tuhan untuk mengikuti dan mengimani Dia. Kita juga dipanggil untuk melayani dan memberikan kebaikan, cinta, perhatian bahkan rela berkorban untuk sesama.
Kita perlu mengingat janji-janji baptis dan hidup dalam suasana kebangkitan. Dengan pembaptisan, kita dilahirkan baru dalam Kristus. Paulus memberikan kesaksian, bahwa “Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh pembaptisan dalam kematian, supaya seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” Dengan demikian, kita selalu mencari kehendak Tuhan dan menempatkan Dia di atas segalanya.
“Ya, Yesus, teguhkanlah hati kami dengan roh cinta kasih-Mu, agar kami mampu menghadapi segala cobaan dan kesulitan sehingga kami semakin memahami kehendak-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

