1.
Ada dan Terjadi
Aku, engkau, dia
Kita adalah datang,
Kita adalah ada
dan
Kita adalah pulang
Kita adalah inkarnasi abadi
dalam ruang dan waktu tak bertepi
Datang, ada, dan pulang
Selalu jadi ayat sajak yang tak pernah habis ditulis
Mungkin…
Karena kekurangan kata bahasa
untuk menjelaskan fakta tanya rindu damba
dari pengalaman dan realitas misteri
2.
Bara dan Nyala Api
Tahukah…
aku, engkau, dia
Kita adalah putra-putri Sang Api Misteri
Kita adalah pribadi untuk menyalakan api
Entah api apa namanya
Entah bernyala untuk siapa
Masih adakah bara api itu
Masih berkobarkah nyala api itu
Masih beranikah menjawab jujur
“Aku bertanya, maka aku sungguh ada”
Dan
Tanya itu tak pernah usai
selama jejak ziarah mengembara
Aku, engkau, dia
Kita adalah percikan bara api Ilahi
Kita terlahir di bumi untuk menyalakan api tanya
Tanya sahaja kejujuran meraih makna
inilah fakta kehadiran Sang Maha Tanya
Dia yang bersemayam
dalam tanya kecil diri
dalam totalitas sosok pribadi
dalam wajah sesama saudara
dalam alam jagat semesta
dalam ketakterbatasan abadi
“Aku bertanya, maka aku ada dan menjadi”
Tentang Sang Maha Api Misteri
Entah…
itulah ‘nawiji jagat cilik dan jagat gede”
Entah…
apakah itu ‘manunggaling kawulo Gusti’
Entah…
itukah Nur Ilahi dalam setiap pribadi
Entah…
Itukah misteri manusia, jagat semesta dan Sang Maha Misteri
Entah..
itukah paradoks dalam kemanunggalan dari kekosongan maha luas dan kemaha-kayaan yang hampa
Entah…
Itulah misteri Sang Maha Nama tanpa nama
Kita adalah inkarnasi tanya dari Sang Maha Tanya
Dan…
setiap kita terus jadi inkarnasi api misteri
di dalam keluasan ruang tak bertepi
di dalam ketakterbatasan waktu abadi
dalam ziarah kelana tanya pribadi
Mungkin…
Jawaban segala tanya adalah tanya itu sendiri
Tergantung….
aku, engkau, dia,
juga kita dan mereka
Apakah masih ada api kesadaran
Masihkah mampu menjaga kobar nyala tanya
Insya Allah…

