Seorang Profesor Dokter ahli paru-paru yang juga menjabat sebagai direktur umum di suatu RS elite yang cukup terkenal di Jakarta dan hidup sangat berkecukupan. Suatu waktu, dia didiagnosis menderita kanker stadium 4 yang gejalanya tidak terdeteksi pada saat masih stadium awal. Seorang temannya yang juga seorang Profesor Doktor yang ikut menangani penyakitnya mengatakan, bahwa dia tidak bisa menjanjikan apa-apa. “Hanya berusaha dan berjuang semampu yang bisa dilakukan. Semua itu kembali dengan cara berdoa dan berpasrah diri kepada Allah.”
Pada akhirnya, segala usaha manusia itu harus kembali dan berserah diri kepada Allah. Ajaibnya, sampai saat renungan ini ditulis, kondisinya masih bertahan, bahkan membaik berkat usaha dan doa.
Kita mendengar kisah tentang kehancuran Yerusalem dan bangsa Israel, tapi juga tentang harapan yang muncul dari pengalaman pahit itu. Bangsa Israel dibawa ke Babel, tapi tetap berpengharapan untuk pemulihan di masa depan.
Dalam Injil, Yesus menunjukkan kuasa-Nya untuk menyembuhkan penyakit dan menyucikan orang-orang berdosa. Ini adalah bukti janji pemulihan, baik fisik maupun rohani. Yesus memiliki kuasa untuk menyucikan dan memberikan keselamatan, dan kita bisa bergantung pada kekuatan-Nya untuk memulihkan hidup kita. Dengan demikian, kita melihat, meskipun menghadapi kesulitan dan kehancuran, kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Tuhan selalu mempunyai rencana untuk pemulihan dan keselamatan kita, dan kita harus tetap berharap dan berserah diri kepada-Nya.
“Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami agar mampu melihat kuasa dan kekuatan-Mu dalam menghadapi kesulitan dan kehancuran dalam hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

