“Yesus tidak hanya mengampuni dosa, tapi memulihkan relasi kami dengan Bapa dan sesama.”
Allah yang Maha Rahim, Sabda-Mu membawa kami melihat duka, karena keterpisahan. Yerusalem jatuh. Bait Allah dibakar. Umat-Mu dibuang ke pembuangan.
Pemazmur pun menangis: “Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kami duduk sambil menangis, ketika teringat akan Sion.”
Bapa, pembuangan bukan hanya soal tempat. Pembuangan adalah keadaan hati yang terasa jauh dari-Mu. Dosa dapat melakukan itu. Ia meruntuhkan tembok dalam diri ini, membakar yang kudus, lalu meninggalkan hati yang kosong, terluka, dan terasing.
Dalam Injil, Yesus menyembuhkan seorang kusta yang hidup dalam ‘pembuangan’. Ia terpisah dari komunitas, kehidupan normal, dan dari ibadah. Tapi ia melakukan sesuatu yang luar biasa. Ia datang kepada Yesus, sujud menyembah, dan berkata: “Tuan, jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
Betapa besar imannya dan dalam penyerahannya. Ia tidak memaksa. Ia percaya. Lalu Yesus menjawab dengan kata-kata yang menyingkapkan hati Allah: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Yesus bahkan menjamah dia.
Bapa, sentuhan itu mengubah segalanya. Kenajisan tidak membuat Yesus jadi najis. Sebaliknya, kekudusan Yesus melimpah kepada orang yang terluka. Yang tersingkir dipulihkan, dan yang terasing dibawa pulang.
Itu juga kisah kami. Ketika dosa, kelemahan, rasa malu, atau ketakutan membuat kami menjauh, Yesus justru mengundang kami untuk datang mendekat. Ia tidak jijik terhadap luka kami. Hati-Nya penuh belas kasih.
Dalam Sakramen Tobat, kami datang seperti orang kusta itu: terluka, tapi penuh harap. Yesus kembali berkata: “Aku mau. Jadilah tahir.” Ia tidak hanya mengampuni dosa kami. Tapi memulihkan relasi kami dengan Bapa dan sesama.
Bapa, berilah kami keberanian untuk bangkit dari segala hal yang membuat kami hidup dalam ‘pembuangan’. Ajari kami datang kepada Yesus dengan kerendahan hati dan kepercayaan penuh.
Sebagaimana Engkau berbelas kasih kepada kami, mampukan kami berbelas kasih kepada sesama, terutama mereka yang merasa tersisih dan tidak layak.
Yesus, Engkaulah pemulihan dan jalan pulang kami.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

