Aku Rindu Surga-Mu Selagi Aku Masih Tinggal di Duniaku

“Harta benda dan uang memang penting, tapi bukanlah semuanya itu yang utama dalam hidup. Bila semuanya ini hilang dan sirna, maka yang tertinggal hanyalah dirimu, dirinya (mereka) dan Tuhan. Sekali pun dirinya pergi meninggalkanmu, maka yang tinggal hanyalah engkau dan Tuhanmu.”

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang syarat masuk Surga. Katanya, “Bukan yang berteriak: Tuhan… Tuhan! … akan masuk Surga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga.” Pertanyaannya, “Apa yang jadi kehendak Bapa di Surga, yang diminta untuk kita lakukan di dunia ini?”

Kita ingat jawaban Yesus kepada orang yang bertanya kepada-Nya tentang hukum yang terutama, yakni “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, kekuatan, pikiranmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Ketika Ia menyatakan, bahwa “Apa pun yang kamu lakukan atau tidak lakukan kepada salah satu saudara-Ku yang paling hina ini, kamu lakukan atau tidak lakukan kepada-Ku.”

Dengan dua sabda ini, kita disadarkan, bahwa:

  • 1) Iman itu penting, karena jadi dasar dalam hidup terutama dalam relasi kita dengan Allah sebagai tujuan akhir hidup manusia;
  • 2) Iman itu harus membuat kita mencintai Tuhan dan sesama. Cinta ini bukan hanya sebuah rangkaian kata-kata manis, melainkan harus nyata dalam perbuatan setiap hari;
  • 3) Surga Allah menanti kita di akhir hidup, tapi betapa baiknya hati Allah, karena Ia telah mengizinkan kita untuk mencicil syarat masuk Surga, ketika kita masih hidup di dunia ini.

Dengan demikian, hendaklah disadari, bahwa hidup di dunia ini bukan hanya menyangkut soal makan minum, barang, dan kepuasan, melainkan sesungguhnya jadi kesempatan bagi kita untuk mengejar Surga dengan melakukan kebaikan-kebaikan kepada sesama.

Monsignor Inno Ngutra, Pr