Setengah tahun ini berjalan begitu lambat. Ortopedi, saraf, jantung, hingga gigi; semuanya berkumpul menguji ragaku. Mengapa Tuhan menitipkan beban setinggi ini?
Jawabannya adalah: cinta. Tuhan sedang membentukku.
Layaknya tanah liat yang ditekan dan dibakar untuk jadi tembikar yang indah, begitulah proses yang sedang saya jalani. Berjalan dalam kondisi “awrat tanpo sambat.” Bukan karena saya kuat, melainkan karena iman memelukku erat-erat: Sang Penjunan Agung tahu persis yang sedang Dia bentuk dalam hidup saya.
Semangat untuk kita semua yang sedang ditempa oleh-Nya!
Berkah Dalem.
Jlitheng

