Anjing Menggonggong, Kafila Berlalu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jangan Biarkan Opini Liar Orang lain Menentukan Arah Hidupmu”
(Filosofi Hidup Sejati)
Menguak Fenomena dari Peribahasa “Anjing Menggonggong, Kafila Berlalu!” Sungguh benar, peribahasa klasik ini sudah sangat populer di kalangan masyarakat bangsa kita.
Penguraian Fenomena dan Pemaknaannya!
- 1. Makna Harfiah
Anjing menggonggong: melambangkan, bahwa aneka suara sumbang, cibiran, hujatan, kritikan, atau pun rintangan yang dibuat oleh orang lain yang tidak menyukai atau tidak setuju dengan arah perjalanan Anda.
Kafila (Kafilah): melambangkan rombongan pedagang atau musafir gurun yang sedang melintasi suatu perjalanan jauh. Hal ini mau menyimbolkan: tujuan hidup, misi, cita-cita, atau prinsip hidup yang sedang Anda perjuangkan.
Berlalu: Menyimbolkan, bahwa suatu perjalanan akan tetap berlanjut tanpa mau berhenti oleh karena adanya aneka gangguan tersebut.
- 2. Fenomena Psikologi dan Sosial
Di dalamnya, terdapat beberapa fenomena penting lewat dinamika kehidupan.
Fenomena “Crab Mentality” (Mentalitas Kepiting)
Sering kali ‘gonggongan’ itu justru datang dari lingkup terdekat, atau masyarakat yang merasa terancam dengan kemajuan Anda. Mereka mencoba untuk menarik Anda setaraf dengan tingkat keberadaan mereka melalui kritikan atau fitnahan.
Keteguhan Hati ( Resiliensi):
Inilah sebentuk ketahanan mental tertinggi. Orang yang memahami filosofi ini, tidak akan mudah tersinggung, tak mudah goyah imannya, dan juga tidak buang energi untuk berdebat dengan hal-hal yang tidak substansial. Mengapa? Ya, karena Anda tetap fokus pada tujuan dan bukan pada gangguan.
Seleksivitas pada Opini
Tidak semua suara itu layak untuk didengar. Ungkapan nyentrik ini mau mengajarkan ‘kebijaksanaan untuk mampu membedakan antara ‘kritik konstrukrif’ (seolah bisa perbaiki arah kafila) dan gonggongan kosong itu.
- 3. Konteks Historis dan Budaya
Meskipun sering dikaitkan dengan budaya Islam, karena penggunaan kata “kafila,” tapi spirit ungkapan ini justru sangat mondial dan universal.
- 4. Penerapan dalam Kehidupan Modern
Di dalam Dunia Kerja: Saat Anda mengajukan ide inovatif, misalnya, maka pasti ada pihak yang meragukan dan bahkan mencibir.
Di Media Sosial: Banyak orang menerima ‘hate speech’ atau komentar negatif. Tapi orang bijaksana akan mengabaikannya, karena hanya fokus pada tujuannya.
Dalam Pengembangan Diri: Saat Anda berubah untuk jadi lebih baik (semisal berhenti merokok, mulai rajin berdoa), lingkungan lama Anda pun akan mengejek Anda. Dalam konteks ini, semoga Anda konsisten dan konsekuen.
Kesimpulan Reflektif
“Anjing menggonggong, kafila berlalu” bukan berarti, bahwa Anda bersikap sombong dengan mengabaikan semua omelan, tapi hal ini adalah soal prioritas.
Makin sukses, kian keras juga disiplin yang harus Anda terapkan pada diri sendiri”
(H. Ross Perot)
Kediri, 18 Juni 2026