“Tidak usah buru-buru, tapi jangan membuang-buang waktu. Yang cepat itu tak selalu baik, sementara yang lambat tak selamanya buruk.” -Rio, Scj.
Orang yang mulutnya manis itu banyak yang suka. Yang bersifat lidah itu selalu menyimpan maksud terselubung di dalamnya. Orang yang jujur itu sering diasingkan dan banyak yang tidak suka. Padahal fakta dan realita itu yang dikatakan. Yang manis itu kadang penuh kebohongan, sementara yang jujur itu pahit.
Kopi itu memang pahit, tapi jadi primadona. Kita sering berjam-jam menikmatinya. Meski kejujuran itu pahit, tetaplah jujur.
Ingat kalimat sederhana ini: “Stop mencari kesalahan dan menyalahkan.” Orang baik itu memberi kebahagiaan, sementara orang jahat memberi pengalaman. Orang terburuk itu memberikan pelajaran dan orang terbaik itu memberikan kenangan.
Jadilah pribadi berkelas yang tahu, kapan berbicara dan diam. Pribadi berkelas itu bukan hanya rapi menata hati, melainkan juga rapi dalam penampilan, meski yang dipakai bukan merk mahal. Pribadi berkelas itu berpengetahuan luas, juga cerdas berilmu, tapi tetap rendah hati. Pribadi berkelas itu ramah, tapi membuat segan untuk didekati. Bukan bicara tapi aksi. Saat menghadapi masalah, persoalan, dan tantangan itu tetap bijak dan tenang. Ia tidak sibuk mengurusi hidup orang, tapi selalu mempunyai waktu untuk Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

