“Seni mencintai hidup dengan cara yang paling tenang” (aspire to live quietly – Yes 30: 15).
Ketenangan itu adalah sebuah penerimaan diri yang utuh. Rasa tenang itu hadir saat kita berhenti untul membandingkan langkah kaki kita dengan lari orang lain, lalu mulai mendengarkan detak jantung sendiri dengan penuh kasih.
‘Eudaimonia’ adalah seni hidup yang tidak lagi tentang mengumpulkan ‘piala’ pencapaian, tapi tentang seberapa luas “kebermanfaatan yang bisa kita tebar.”
Seperti pohon yang kokoh; ia tidak sibuk memamerkan tingginya, namun ia memberikan keteduhan bagi siapa pun yang berteduh di bawahnya.
Sumbernya: Welas Asih. Seni hidup yang paling tenang.
Berkah Dalem.
Jlitheng

