Yesus Datang untuk Mengasihi Kita

Menjelang Misa Malam Natal, saya duduk sebentar dan memandang ‘a baby Jesus’ yang dibaringkan di atas Palungan. Fokusku adalah memandang mata-Nya yang bening dan tajam. Sorot mata-Nya memancarkan kasih. Itulah maksud dari kedatangan-Nya: mengasihi.

Dia datang untuk hadir dan mengasihi siapa saja. Dia datang untuk memastikan, bahwa setiap pribadi layak dan pantas untuk dikasihi-Nya. Bergegaslah untuk makin mendekatkan kita dengan-Nya, sehingga kita tidak pernah kehilangan Dia. Dia datang untuk kita, yaitu “Mengasihi tanpa batas.”

Tugas kita sekarang, bagaimana bisa mengasihi yang lain. Caranya?

  • Mendengar tanpa menyela (Amsal 18: 13).
  • Berbicara tanpa mencela (Yakobus 1: 19).
  • Memberi tanpa batas (Amsal 21: 26).
  • Mendoakan tanpa henti (Kolese 1: 9).
  • Menjawab tanpa berbantah (Amsal 17: 1).
  • Mengasihi tanpa pura-pura (Roma 12: 19).
  • Mengerjakan tanpa bersungut (Filipi 2:14).
  • Mempercayai tanpa ragu (1 Korintus 13: 7).
  • Mengampuni tanpa dendam (Kolese 3: 13).
  • Berjanji tanpa melupakan (Amsal 13: 12).

Semoga dari 10 daftar di atas itu jadi hadiah/kado Natal bagi sahabat yang kau kasihi.

“Gloria in excelsis Deo.” Selamat Hari Natal untuk semuanya: Kita saling mengasihi.

Rm. Petrus Santoso SCJ