Waktu Teduh

Di waktu teduh, saat berintimasi dengan Tuhan, aku mendapatkan pengingat ini:

  • Apa yang pernah dekat itu bisa menjauh… lepaskan! Karena suatu ketika kita akan mendapatkan yang lebih dekat lagi.
  • Apa yang hilang itu meninggalkan gelisah… lupakan! Karena suatu kali dalam hidup kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang mudah menggelisahkan.
  • Apa yang dirasakan oleh hati itu bisa jadi pengingat… cermatilah! Karena kata hati itu yang paling jujur.
  • Apa yang disebut dengan rindu? Karena ada cinta. Itu adalah momen yang khusus dan istimewa. Tidak ada yang bisa menghindar dari rasa rindu. Karena api rindu itu membakar dan berkobar-kobar.
  • Akhirnya kita memperoleh ‘password’ kerinduan dengan Tuhan, Sang Pencipta (Allah Bapa) – Sang Penebus (Allah Putera) – Sang Pengudus (Allah Roh Kudus) adalah dengan berdoa, untuk menjalin intimasi yang mesra, akrab, dan untuk dipenuhi kasih-Nya.

Waktu teduh adalah waktu bebas kita untuk memilih. Kita memilih untuk tidak meninggalkan Tuhan, tapi berintimasi dengan-Nya!

Sekarang, bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah menemukanmu.

Rm. Petrus Santoso SCJ