Secercah Sajak Semesta – 110
Memotret Sosok Langit

Simply da Flores

1.
Ketika Langit Bicara

Gemuruh guntur angkasa menderu
menjawab iri dengki dendam galau
Entah apa alasan yang memburu
bersemi emosi geram membiru

Sering suara petir menghardik
keserakahan selera ganas mencekik
rintihan lara nestapa orang kecil
Karena segelintir sosok egois tengil

Dalam guyuran air mata angkasa
langit kehabisan suara dan kata
tumpahkan semua amanat dan mantra
agar manusia sadari jiwa raga

2.
Ketika Langit Bernyanyi

Bersama irama musik angin
aneka lagu mampu dilantunkan
beragam syair terus dikumandangkan
Langit bernyanyi abadi
bagi hati sanubari segenap insani

Sebenarnya langit penyanyi alami
tak pernah bersekolah seni
hanya bermodalkan energi intuisi
tak pernah belajar olah vokal
tetapi penampilannya sungguh profesional

3.
Ketika Langit Menulis Sajak

Kuambil purnama sematkan pada wajahmu
Kupetik bintang dan planet
mengihiasi seluruh tubuhmu
agar elok pikiranmu manusia

Kupintal sinar mentari pada matamu
Kutenun cahaya surya di hati nuranimu
Kubawa samudra dalam pikiranmu
agar rohanimu kaya dan terang berwibawa

Keindahan flora dan fauna kuhiasi dirimu
Angin terus menghembus jiwa ragamu
Keindahan alam lingkungan mendandani pribadimu
Engkau manusia miniatur semesta
bukan penguasa dan perusak jagat raya

4.
Ketika Langit Melukis

Warna cahaya mentari dicampurkan
Kanvas awan dibentangkan
Aneka sosok lukisan menjelma

Ada wajah suka duka manusia
Ada gelora ombak samudra
Ada kisah galau hamparan pasir

Ada ceria margasatwa dan sabana
Ada kelana irama musim
Ada sosok ajaib penghuni planet

Saing malam selalu ada
langit melukis aneka makna
Entah sempat dipeduli manusia
atau apatis dan tak percaya

5.
Ketika Langit Menari

Ada arena pameran dan panggung seni
segenap isi angkasa hadir beraksi
Beragam atraksi ditampilkan asri
dambakan hadirnya segenap insani
meraih makna dan arti sejati

Ada pentas tarian istimewa
bukan saja di bumi tetapi di angkasa
Langit beraksi ajaib dan misteri
tarian agung kasih Ilahi
tarian misteri cinta abadi
Semua dipentaskan siang malam
agar manusia sadar dan paham