Penderitaan di Kayu Salib

Tidak ada bagian tubuh-Ku yang tidak sakit.

Seluruh tubuh-Ku penuh dengan luka, perih, dan sakit.

Di kepala-Ku ada luka-luka, karena tusukan duri. Di bagian belakang tubuh-Ku ada luka-luka, karena cambukan. Di punggung-Ku ada luka, karena membawa salib yang berat. Di lambung-Ku ada luka, karena tembusan tombak. Luka-luka ini memenuhi seluruh tubuh-Ku, dan perih sekali.

Lihatlah wajah-Ku, sanggupkah kamu memandang-Ku. Lihatlah juga kedua sorot mata-Ku. Apa yang bisa kamu rasakan? Apakah kamu bersama-Ku saat ini? Bersama-sama dengan Aku yang merasakan perihnya luka-luka ini.

Piala penderitaan ini telah Aku terima. Aku pegang dengan erat. Isi di dalam piala penderitaan ini telah kuteguk habis dan tuntas.

Dari mulut-Ku, tidak ada satu katapun mengeluh. Perhatikan 7 kata-kata-Ku terakhir:

  1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
  2. “Hari ini, engkau akan bersama-Ku di Firdaus.”
  3. “Ibu, lihatlah anakmu, lihatlah Ibumu.”
  4. “Allahku, Ya Allahku! Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?”
  5. “Aku haus.”
  6. “Sudah Selesai.”
  7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan nyawa-Ku.”

Demikianlah, Aku melewati penderitaan-Ku. Demikianlah Aku membuktikan cinta-Ku kepadamu. Demikianlah Aku menguatkanmu di tengah penderitaanmu.

Dalam doamu, pandanglah Aku, semoga luka-luka-Ku bisa menyembuhkan luka-lukamu yang membuatmu jadi perih dan mengeluh setiap hari. Bahkan, kadang kamu menangis di hadapan-Ku.

Aku memang penuh dengan luka, tapi percayalah Aku mampu menyembuhkanmu saat ini juga.

Mari kita merenungkan penderitaan Yesus di Hari Jumat Agung ini.

Rm. Petrus Santoso SCJ