Serpihan Misteri Semesta – SMS. 71
Senandung Minggu Pagi

Simply da Flores

Burung-burung bernyanyi merdu
diiringi melodi embun memeluk dedaunan
dihiasi gemulai tarian sepoi angin
Membelai kabut dan gerimis
yang menutupi senyum mentari pagi
Panorama hijau di pelataran Taman Proklamasi

Masih terlihat jejak-jejak mimpi
perlahan tinggalkan lagu langkah kaki
Yang terus aku dengarkan syahdu
dari relung desah nafas
dan desir darah detak jantung
Waktu tak tertahan berpacu melaju
mengubah segalanya jadi baru

Hari ini bukan kemarin atau esok
setiap insan memilih jenis musiknya
setiap pribadi menggubah syairnya
Meskipun banyak yang diam
atau seolah tak meminati musik
Karena diam dan tak memilih
juga sebuah keputusan saat ini
dan pasti dicatat nafas
pada halaman waktu berjalan

Ada jemari menoreh di layar maya
Ucapan selamat pagi mempesona
Sapaan hari baru yang menggelora
Kiriman informasi penuh ceria
Karena
alat penafasan masih berfungsi
udara bisa dinikmati raga ini
telapak masih menginjak wajah bumi
Kehidupan sedang diberi makna arti
Pagi ini nyata ada dan terjadi

Pada hamparan hijau rerumputan
galau sanubari belajar kepasrahan
Pada ranting dedaunan pohon
hati nurani temukan keyakinan
Pada puncak pucuk harapan
pikiran belajar kembali ke akar pribadi
temukan hakikat jati diri
untuk berdiri dan melangkah pasti
merajut mimpi di lembaran hari
Mengubah nasib mengikuti laju waktu
Sabda alam terus menggema
Nyanyian jahat raya selalu membahana
ketika kesadaran peduli membaca