Sains & Teknologi Ilahiah

Erry Amanda


| Red-Joss.com | Sejenak mari kita tengok sebentar besaran โ€˜sepermatozoaโ€™ yang 1cc berjumlah minimalnya 200 juta. Bisa dibayangkan sekecil apa sebuah sperma yang membuahi indung telur. Andai kata indung telur itu jumlahnya sama, tidak perlu dijelaskan apa yang bakal terjadi.
Ada indung telur 5 saja seorang wanita akan melahirkan 5 bayi kembar.

Dari bahan hidup yang nyaris sebesar partikel tersebut mampu berkembang menjadi tubuh manusia lengkap hanya sekitar 9 bulan sepuluh hari.

Produksi Materi Tanpa Alat Cetak

Tidak perlu menarik simpul reproduksi dari bentuk bahan yang nyaris tak kasat mata itu. Setelah jadi gumpalan daging saja, alat apa pun tak akan pernah tahu, bagaimana gumpalan daging (tanpa molding). Untuk membuat โ€œmata, jantung, hidung, otak, tangan, kaki, mulut, telinga, bibir, rambut, alat kelamin, perut besar, ususโ€ dan seterusnya. Bagaimana mesin cetak bentuk tersebut tanpa alat cetak juga tanpa mesin mekanik bisa jadi sempurna, sejak awal ciptaan hingga kapan pun tidak pernah ada yang gagal termasuk presisinya.

Masalah Mata
Mata juga disebut sebagai โ€˜visual areaโ€™ yang memotret semua obyek dengan optik yang memiliki โ€˜lensa wideโ€™ yang mampu memotret luas 180ยฐ dan memotret bangunan pencakar langit tidak melengkung.
Jika dibongkar bola mata itu, betapa rumitnya. Manusia mampu meniru hanya optiknya, namun tidak mampu meniru rasa yang lahir dari mata: senang, bahagia, sedih, kecewa, terangsang, marah, dan seterusnya.

Dari yang tidak bisa dijelaskan itu bukan sekadar โ€˜anomaliโ€™, namun bersifat โ€˜teknologi Ilahiahโ€™ yang tidak akan bisa โ€˜diderivatโ€™, meski secanggih apa pun AI itu!

Bandung, 9ย Septemberย 2024