Serpihan Jejak Musyafir – 290
Lenggak Lenggok Jakarta 497

Simply da Flores

1. Pesona Metropolitan

    Ribuan botol plastik, tisue dan kemasan makanan minuman
    berpesta ria dari pelataran Monas dan jalanan Ibukota
    Rezeki emas bagi para pemulung
    beban kerja bagi petugas kebersihan

    Ribuan masyarakat hilir mudik berjubel
    mata diterpa pesona gemerlap lampu
    tangan ingin meraih emas di puncak Monas
    Lelah dahaga, lara lapar dibawa pulang
    seribu tanya tanpa jawaban
    Hadir di perayaan HUT 497 Kota Jakarta

    2. Nasib Kedaulatan Rakyat

      Bus Transjakarta penuh sesak
      lantaran ongkos penumpang hanya 1 rupiah
      Ada anak menjerit terjepit
      Ada yang mabuk kekurangan oksigen
      Kendaraan online tak bisa diakses
      katanya sedang mencari pengemudi
      Para calon penumpang ditawari harga off-line
      yang ternyata sangat mahal harganya
      bagi masyarakat kecil sederhana
      Untuk memilih antara ongkos kendaraan pulang atau beli beras dan jajan anak

      DKI Jakarta juga ada pilkada
      Petinggi parpol adu strategi siapkan calon
      Ada yang jagokan pemimpin lama
      Ada yang kemas calon pemimpin baru
      semua terjadi di ruang khusus ber-AC
      Sedangkan rakyat pemilih tunggu digiring dengan sembako dan uang saweran
      serta kemasan konten media dan janji manis
      Ini metropolitan kuali raksasa kepentingan
      Segala kemungkinan bisa terjadi
      mewarnai aneka perubahan kebijakan
      mereka yang kuat modal dan kuasa

      3. Tergusur dari Akar Leluhur

        Polusi dan kemacetan terus terjadi
        metropolitan masih berlenggak lenggok
        Gemerlap pesona seribu peluang
        menggoda berjuta pribadi meraih cita
        Ondel-ondel miris lara mengembara
        jadi pengamen meraih remah rezeki
        Karena pemiliknya tersisih dari tanahnya
        Orang Betawi dipinggirkan kekuatan modernisme
        Oleh pemodal dan penguasa politik
        atas namai bangsa dan NKRI

        Mungkin HUT 497 Kota Jakarta
        tak lagi merayakan Ibukota NKRI
        Karena diagendakan tahun ini
        perayaan HUT NKRI akan dibuat di Ibukota Nusantara
        Meskipun
        ramai di sosmed berita soal kasus tanah rakyat
        Jerit tangis warga atas hak lahannya
        katanya belum dapat ganti untung
        seperti yang dikumandangkan Presiden Jokowi
        Semoga di Ibukota Nusantara
        nasib orang Dayak tidak terpinggirkan
        dan menjadi tergusur atas nama kepentingan bangsa dan NKRI
        Demi Pembangunan Nasional yang adil makmur
        Entah untuk siapa

        4. Kuali Raksasa Perjumpaan

          Kota Jakarta rayakan HUT 497
          sekarang panjang berwarna-warni
          Kuali raksasa memasak perjumpaan
          Atas nama kepentingan ekonomi
          dari zaman tradisional, kolonial hingga milenial
          Atas nama kepentingan bangsa
          dari zaman komunitas adat, kerajaan hingga kemerdekaan NKRI
          Fakta pengalaman sudah tercatat
          suka duka terus menjadi pengalaman
          Sukses dan gagal silih berganti
          roda kehidupan masih terus berputar
          mengiringi jalannya waktu hukum alam

          Jakarta kota metropolitan
          telah merayakan HUT 497
          dan sudah mengajar banyak makna hikmah
          bagi warga Betawi yang tergusur
          bagi semua anak negeri yang datang
          bagi penguasa politik zaman NKRI
          bagi semua pemilik modal dan konglomerat
          Bahwa semua saling membutuhkan
          tetapi sering masyarakat dikorbankan
          seperti sampah dan polusi yang terjadi

          5. Antara Jakarta dan IKN

            Kebijakan sudah dibuat dan berjalan
            Dari Betawi pindah ke Kalimantan
            Jakarta Ibukota NKRI menjadi Nusantara
            demi sejarah baru bangsa dan negara
            demi pemerataan pembangunan bangsa
            demi cita-cita keadilan kesejahteraan
            demi hapuskan airmata lara derita
            demi menyongsong Indonesia Emas

            Dan
            Air tanah dari seluruh pelosok NKRI
            jadi doa dan prasasti sakral di IKN
            jadi fondasi lembaran sejarah Indonesia
            Semoga tidak ada polusi dan sampah
            Tidak ada penggusuran dan derai air mata
            Warga negara dan penduduk asli tanah Dayak
            seperti pengalaman rakyat Betawi
            dalam perjalanan Kota Jakarta 497 tahun

            Foto Ilustrasi: Istimewa